Tampilkan postingan dengan label Raspberry Pi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raspberry Pi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2016

Remote Dekstop Raspberry Pi 3 with xrdp

Remote Dekstop Raspberry kadang dibutuhkan jika pada kondisi kondisi tertentu (baca: g ada monitor) seperti kurangnya fasilitas display seperti monitor ataupun LCD. Lagipula , remote dekstop adalah cara yang paling mudah untuk melindungi system dari tangan tangan jahil yang tidak seberapa paham (baca: orang sok tahu) dengan konfigurasi system raspberry yang anda buat.

Disini, saya akan membagikan cara melakukan remote dekstop raspberry PI dengan menggunakan laptop berbasis OS Window 7 Home Premium. Software yang akan digunakan adalah software xrdp, penjelasan tentang xrdp bisa dilihat disini. Saya tidak akan menggunakan kabel karena baik laptop maupun Raspberry saya terkoneksi dengan access point  yang saya gunakan untuk sharing koneksi Internet. Walaupun kita akan menyingkirkan penggunaan monitor untuk remote dekstop, tapi untuk instalasi xrdp kita tetap membutuhkan fasilitas monitor dengan koneksi HDMI agar kita bisa melihat process dari instalasi.

Ok lah, kita awali pada sisi Raspberry dulu.

Instalasi xrdp pada Raspberry Pi 3.
  1. Pastikan Raspberry anda sudah terintal OS yang compatible dengan xrdp. Disini, saya menggunakan Raspbian Jessie untuk system operasi pada Raspberry saya.
  2. Pastikan Raspberry anda sudah terhubung dengan internet. Untuk lebih mudahnya, konek-kan saja rapberry pada internet hotspot di rumah anda(yang DHCP saja biar cepat).
  3. Pastikan antara Raspberry dan laptop anda ada pada satu jaringan. Laptop saya mempunyai IP 192.168.1.4 dan Raspberry saya mempunyai IP 192.168.1.3 dengan subnet mask 255.255.255.0 (ini DHCP dari access point/router saya).
  4.  Buka terminal, dan type “sudo apt-get install xrdp”   
  5.  Raspberry akan segera mendownload xrdp dari repo. Jika adiminta persetujuan yang dimana saya juga g baca, type “Y” dan pencet tombol enter. Tunggu sampai instalasi selesai. 
  6. Jika sudah selesai, Reboot raspberry.
  7. xrdp akan masuk ke aplikasi startup secara default, sehingga dia running di background ketika Raspberry berjalan. Tapi untuk sekedar cek, buka terminal dan type “xrdp”.
  8. That is, instalasi xrdp sudah selesai di raspberry dan sudah siap digunakan.
Set-up remote dekstop connection di Laptop

  1. Laptop saya menggunakan WIndow 7 (Ori vroooohhh..), dimana tersedia aplikasi remote dekstop. Untuk menjalankan aplikasi ini, ketik “remote” pada search program and file, dan klik aplikasi Remote Dekstop Connection.
  2. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Pada nama Computer, cukup ketikan ip address dari raspberry pi yang kita punya, yaitu 192.168.1.3 untuk laptop saya. Untuk username, kita isikan default username yaitu pi (ini setingan default dari raspberry). Kemudian klik Connect.
  3. Maka aplikasi remote dekstop akan meng-establish koneksi ke raspberry. Jika aplikasi remote dekstop berhasil menemukan ip address Raspberry, maka akan muncul tampilan seperti ini, yang meminta uername dan password.
  4. Isikan username dna password default dari raspberry yaitu pi untuk username, dan raspberry untuk password
  5. Yap, jika semua dilakukan dengan benar, maka kita akan terhubung secara remote ke raspberry. Dan FYI, jika kita melakukan remote dekstop antar PC windows, biasanya PC yang kita remote akan mengunci window. Untuk remote dekstop di Raspberry, hal tersebut tidak berlaku, sehingga Monitor dari raspberry akan tetap menampilan display dari raspberry. Berikut hasil akhir dari remote dekstop ke raspberry.
Cukup sekian tulisan ini, jika ada yang perlu dikoreksi atan ditanyakan, silakan komen dibawah, siapa ahu bisa dipecahkan bersama sama.

    Instalasi Raspbian Jessie pada Raspberry pi model B

    Cara instalasi Operating system Raspberry Jessie pada raspberry sangat mudah dan cepat dengan menggunakan bantuan tool tertentu yang free alias gratis. Kebanyakan orang yang belum pernah menggunakan raspberry akan bertanya tanya sebelumnya, “Bagaimana membuat hardware ini hidup dan menampilkan buah berry di monitor?”. Itu dulu pertanyaan simple yang akan di bahas di potingan ini.

    Saya tidak akan membahas apa itu Raspberry Pi 3 karena saya kira sudah banyak website yang membahasnya. Yang akan saya bahas di postingan ini adalah bagaimana melakukan instalasi OS ke microSD yang tidak semua orang berhasil melakukanya.

    Ok lah, marilah kita persiapan peralatan tempur kita, silakan di cek dibawah ini:
    1.  Rasperry Pi 3 board. Disini saya akan menggunakan model B dengan pertimbangan hanya ini raspberry board yang saya punya.
    2. Power supply 5V DC. Agar lebih mudah, saya menggunakan power supply dengan output 5V DC 1000mAH, dengan microUSB connector (memakai charger S**Y XP**A Z punya saya). Generally speaking, 5V 2000mAH will be perfect.
    3. HDMI to VGA converter. Saya butuh ini karena saya memakai monitor komputer dengan input VGA.
    4. MicroSD memory. Saya memakai microSD 8GB class 6 dari V-Gen, dengan pertimbangan harganya yang cukup murah. Dari manual raspberry, direkomendasikan untuk menggunakan microSD dengan kapasitas minimal 4GB. Check this link out.
    5. MMC to microSD adapter. Kebetulan laptop saya ada slot MMC nya, sehingga saya membutuhkan adapter ini. Silakan beli saja di toko accessories HP, harganya Rp.5000,00 each.
    6. LCD Monitor. Minjem televisi punya tetanggapun boleh.
    7. SDFormatter tool. Tool ini digunakan untuk memformat microSD dengan cepat dan mudah. Kadang dalam instalasi OS raspberry, ada masalah pada copy image OS sehingga membuat microSD corrupt, sehingga dengan tool ini kita memformat ulang microSD dengan cepat.SDFormatter  bisa didownload disini.
    8. Win32DiskImager. Digunakan untuk meng-copy Image OS dari PC ke SDcard. Tool ini sangat mudah digunakan dan juga free. Win32DiskImager bisa didownload disini.
    9. OS Raspbian Jessie. Berhubung ketika saya membuka web Raspberry tersedia Raspbian Jessie, maka kita akan menggunakan Raspbian Jessie untuk OS. File image OS ini sekitar 1.4GB dalam rar file. Jangan lupa untuk meng-extract file rar OS yang sudah didownload. Raspbian Jessie bisa di download disini.
    Itu saja yang dibutuhkan untuk process intalasi OS di Raspberry, selain juga perlu laptop dengan OS windows beserta mouse dan keyboard untuk raspberry. Bagi yang ingin menggunakan os Linux, akan dibahas di lain kesempatan. Penting juga bagi kita untuk memastikan bahwa peralatan bantu seperti HDMI to VGA dan MMC to microSD adapter benar benar bekerja agar tidak mempersulit kita ketika instalasi OS ke raspberry. 

    Langsung saya, setelah selesai men-download tools dan OS yang kita perlukan, maka step by step dari intalasi akan di jelaskan dibawah ini:
    1. Mem-format microSD dengan menggunakan SD formatter. Software ini akan mendeteksi secara otomatis dimana drive microSD akan berada, namun kita harus benar benar memastikan bahwa drive yang dipilih benar benar microSD yang akan kita format, karena software ini akan menghapus semua data di drive yang kita pilih. Pilih Format Option ke “FULL(Erase) FORMAT, FORMAT ADJUSTMENT ON” dengan meng-klik button Option. Kemudian tekan button “Format”.
    2.  Meng-copy image OS Raspbian Jessie ke microSD. Setelah microSD selesai di format, kita akan meng-copi-kan OS Raspbian Jessie ke microSD dengan menggunakan Win32DiskImager. Pilih folder dimana OS anda berada, dan pilih juga drive dimana microSD anda berada, kemudian tekan button “Write”. Proses copy image ini sekitar 10 menit, tergantung laptop dan juga class dari microSD yang dipakai. 
      FYI, saya beberapa kali mengalami masalah fail to copy image setelah proses berjalan sekitar 14% karena pada awalnya saya menggunakan USB to microSD converter, dan itu membuat saya cukup lama berpikir dimana permasalahanya. Jika microSD yang gagal ini digunakan di Raspberry, maka gagal booting, yang diindikasikan dengan LED hijau yang flasing tidak beraturan 3 kali kemudian berhenti.  Akhirnya saya mencoba menggunakan MMC to microSD adapter dan proses copy image berjalan lancar hingga 100%. Jika sudah selesai dengan proses copy image, akan mumpul popup yang melaporkan image is written successfully. Jangan lupa menggunakan  Safely remove hardware ketika akan mencabut microSD dari laptop. 
    3. Edit config file pada microSD yang sudah berisi OS. Ini merupakan proses penting karena jika kita melewatkan proses ini, maka kita tidak akan mendapatkan tampilan apapun di monitor ketika Raspberry sudah di power on, sehingga beberapa orang mengira bahwa raspberry fail to boot alias gagal booting. Kita perlu meng-edit config file dari OS sehingga OS akan memilih untuk masuk ke mode HDMI sebagai display.Masuk ke drive microSD yang sudah dicopy OS, disitu akan ditemukan file config.txt yang sedikit membingungkan untuk dibaca. Scroll ke bawah, hingga bagian ini:
      # uncomment to force a HDMI mode rather than DVI. This can make audio work in
      # DMT (computer monitor) modes
      # hdmi_drive=2
      Uncoment script di atas sehingga menjadi seperti dibawah ini: 
      # uncomment to force a HDMI mode rather than DVI. This can make audio work in
      # DMT (computer monitor) modes
      hdmi_drive=2
      Kemudian tekan save. Pastikan microSD protect switch nya tidak di-ON-kan agar file ini bisa diedit. Jika sudah disave, jangan lupa untuk mengguanakan fasilitas “Safely remove hardware”.
    Jika semua proses berjalan lancar, maka jika Raspberry di power on, akan muncul booting script pada monitor dan LED hijau yang terus berkedip kedip yang menandakan proses instalasi OS berhasil. Jika sudah selesai booting, maka beginilah tampilan dari OS Raspbian Jessie pada board Raspberry pi 3 Model B.